SELAMAT DATANG DI BLOG MUHBIB ABDUL WAHAB

25 Okt 2010

Tips Memanfaatkan Perpustakaan

Oleh Muhbib Abdul Wahab
Perpustakaan merupakan jantung lembaga pendidikan, termasuk perguruan tinggi. Keberadaannya tidak hanya sebagai sumber informasi dan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi pusat riset dan pengembangan ilmu. Namun, tidak jarang kunjungan mahasiwa ke perpustakaan menjadi kurang efektif karena tidak jelas tujuannya sekaligus tidak ”terampil” dalam memanfaatkan segala ”kekayaan ilmiah” yang ada di dalamnya. Berikut ini adalah tips sederhana dalam memanfaatkan perpustakaan.
  1. Agendakan minimal seminggu sekali mengunjungi perpustakaan (universitas, fakultas, atau lainnya) dengan tujuan yang jelas, misalnya: mengumpulkan bahan untuk penyusunan makalah dengan topik tertentu. Saya menyarankan agar Anda mengunjungi perpustakaan setiap ada jam perkuliahan yang kosong.
  2. Niati kunjungan Anda ke perpustakaan untuk tujuan yang mulia dan target hasil yang jelas dan terukur. Misalnya: dalam 2 jam di perpustakaan, saya harus bisa menemukan makna ”jihad” dari berbagai kamus/mu’jam yang ada!
  3. Pelajari dan pedomani tata tertib dan panduan pemanfaatan perpustakaan, agar Anda tidak melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Sebaiknya Anda selalu membawa kartu tanda anggota perpustakaan agar memperoleh layanan yang maksimal.
  4. Pelajari dan pedomani pula daftar katalog dan tata letak ruang perpustakaan, termasuk letak koleksi bidang ilmu tertentu, dengan baik agar ketika hendak melakukan pencarian literatur Anda tidak mengalami kesulitan. Memahami tata ruang akan sangat menghemat waktu Anda.
  5. Pastikan Anda mengunjungi perpustakaan dengan membawa perangkat yang diperlukan (kartu anggota, buku catatan, pulpen, dan sebagainya, termasuk laptop jika diperbolehkan) untuk persiapan mencatat yang diperlukan.
  6. Kenali, manfaatkan, dan pelihara dengan baik segala fasilitas dan sarana prasarana yang dimiliki perpustakaan yang ditawarkan kepada Anda. Karena perpustakaan itu milik bersama, maka etos menjaga dan merawat fasilitas dan koleksi perpustakaan harus Anda tumbuhkan dalam diri Anda dengan penuh kesadaran.
  7. Jadikanlah kunjungan ke perpustakaan sebagai bagian dari budaya membaca, budaya riset, dan budaya menulis. Karena itu, jika perpustakaan memberi layanan peminjaman, misalnya 4 buah buku/minggu, optimalkan pemanfaatannya. Kalau saja setiap minggu menamatkan 4 buah buku sedang (200 sampai 350 halaman), berarti setiap bulan Anda bisa menamatkan 16 buku. Jadi, dalam setahun Anda kurang lebih mengkhatamkan 192 buah buku. Jika Anda menargetkan menjadi sarjana S1 selama 4,5 tahun, berarti Anda sudah mengkhatamkan 864 buah buku. Sungguh merupakan kenikmatan studi yang luar biasa dan patut disyukuri....!!
  8. Biasakanlah setiap memanfaatkan koleksi dan fasilitas perpustakaan lainnya dengan berdoa agar Anda diberikan Allah kemudahan dan keberkahan dalam memahami bacaan sekaligus mendoakan para penulis buku/karya ilmiah yang ”ilmu dan informasinya” diwakafkan itu diberikan pahala berlipat ganda.
  9. Persiapkan diri Anda untuk menjadi pembaca, peneliti, dan penulis yang kreatif. Jika dalam seminggu bisa menamatkan 4 buah buku, idealnya setiap minggu Anda juga menulis sebuah makalah atau tulisan ilmiah. Berkarya tidak harus menunggu ditugasi oleh dosen pengampu mata kuliah. Semakin ”daya jelajah baca dan jam terbang pembacaan” Anda tinggi, maka semakin banyak ide dan inspirasi yang seharusnya dituangkan dalam tulisan.
  10. Jauhi hal-hal yang tidak perlu dan tidak dibolehkan selama Anda berada di perpustakaan, misalnya: berbincang-bincang yang dapat mengganggu ”kekhusyukan” pengunjung lain, menerima panggilan telpon dengan suara keras, ”mojok dan/atau berpacaran”, dan sebagainya. Perlu diingat, merokok di perpustakaan pasti diharamkan!!
  11. Ketika meninggalkan perpustakaan, pastikan tidak ada barang Anda yang ketinggalan, lalu teguhkan kembali komitmen untuk mengunjungi kembali pada kesempatan berikutnya dengan semangat baru dan target yang lebih maju!!
Selamat menjadikan perpustakaan sebagai ”rumah kedua” Anda dalam mengantarkan kesuksesan Anda dalam studi. Cintailah ilmu dan ulama, serta kembangkanlah ilmu, antara lain, dengan mengoptimalkan fungsi perpustakaan sebagai jantung pendidikan dan pusat intelektualisasi insan masa depan.
Salam sukses penuh berkah...

Jakarta, 25 Oktober 2010
Muhbib Abdul Wahab

Selengkapnya...

21 Sep 2010

Tips Meraih Sukses Studi di Masa Depan

Oleh Muhbib Abdul Wahab

Sukses dalam hidup maupun dalam studi itu pilihan. Anda yang memilih: mau sukses atau tidak. Karena itu, sejak awal menapaki bangku perkuliahan pilihlah jalan yang mengantarkan kepada kesuksesan dalam studi Anda. Perkenan saya mengucapkan "Selamat dan Sukses, Anda diterima dan resmi menjadi mahasiswa UIN Jakarta". Berikut ini adalah tips meraih sukses studi di kampus tercinta ini.

  1. Syukuri dengan sepenuh hati bahwa Anda telah diterima dan resmi menjadi mahasiswa UIN Jakarta. Ada baiknya kelulusan Anda sebagai mahasiswa UIN dimanifestasikan dengan sujud syukur.
  2. Bulatkan tekad dan niat yang kuat bahwa Anda berada di kampus ini mengemban tujuan mulia: meraih sukses studi dan prestasi tinggi. Jangan pernah berpikir bahwa status Anda sebagai mahasiswa UIN ini dijadikan sebagai momentum untuk berhura-hura dan berbangga-bangga.
  3. Targetkan banyak di awal masa studi ini, seperti: target berapa tahun Anda menyelesaikan studi (idealnya: 4 sampai 4,5 tahun), target perolehan IP (Indeks prestasi), target menyelesaikan pembacaan buku, pengumpulan informasi melalui internet, target penguasaan bahasa asing.

  4. Pahami dengan baik buku pedoman akademik UIN berikut prosedur layanan akademik, administrasi, dan kemahasiswaan yang menjadi hak Anda.
  5. Patuhi tata tertib perkuliahan, kode etika kemahasiswaan, dan tata busana kampus yang Islami. Pastikan bahwa Anda berpenampilan sebagai mahasiswa Islam yang harus mampu menjadi teladan bagi yang lain.
  6. Katakan pada diri Anda untuk TIDAK PERNAH MENCINTAI NARKOBA, MIRAS, ROKOK, dan aneka yang dilarang oleh Islam.
  7. Ikutilah perkuliahan dengan sungguh-sungguh, disiplin, tekun, kreatif, dan konstruktif. Jangan pernah berpikir “mbolos kuliah hanya karena merasa jumlah presensi Anda sudah cukup untuk bisa ikut UAS (Ujian Akhir Semester).
  8. Ikuti pula kegiatan-kegiatan kemahasiswaan dan akademik lainnya yang diselenggarakan oleh Fakultas, Jurusan, BEMF/J, UKM, dan sebagainya.
  9. Isi hari-hari perkuliahan dengan mengembangkan keterampilan yang mendukung studi Anda, seperti keterampilan mengoperasikan aplikasi computer, keterampilan berbahasa asing, keterampilan berkomunikasi (public speaking), keterampilan jurnalistik, keterampilan tilawah al-Qur’an bi an-nagham, dan sebagainya.
  10. Perbanyak teman dan kembangkan jaringan (networking) sosial-intelektual yang dapat mengasah, menajamkan, dan membuka cakrawala keilmuan dan pengalaman nyata bagi masa depan kehidupan Anda. Hal ini, antara lain, dapat dilakukan dengan aktif di organisasi intra maupun ekstra kampus.
  11. Manaj (kelola) waktu Anda dengan sebaik dan seproduktif mungkin. Kalau bisa, usahakan 24 jam sehari itu dibagi 4; sehingga menjadi: 6 jam untuk istirahat/tidur; 6 jam untuk mengikuti perkuliahan di kampus; 6 jam untuk riset (membaca buku di rumah/kost/perpustakaan/internet; menulis makalah), 6 jam untuk ibadah dan lain-lain (urusan personal, refreshing, olah raga, penyaluran hobi, berorganisasi, dsb.).
  12. Tanamkan pada diri Anda bahwa studi di UIN ini adalah amanah orang tua, amanah masyarakat dan bangsa, sehingga Anda merasa malu jika tidak selesai tepat waktu, tidak lulus dengan prestasi yang memuaskan.
  13. Pupuklah benih-benih prestasi dan ikhtiar Anda dengan banyak melakukan shalat malam (tahajjud) dan shalat dhuha. Di waktu yang sangat mustajab itu, berdoalah selalu kepada Allah SWT agar orang tua Anda senantiasa diampuni dosanya oleh Allah, diberikan kesehatan prima, dan agar Anda diberikan kemudahan, kesuksesan dan keberkahan dalam menjalani studi ini.
  14. Jalin terus komunikasi qalbi (dari hati ke hati) dan konsultasi dengan orang tua, dosen-dosen, guru-guru Anda, serta jangan lupa minta didoakan agar Anda sukses studi. Khusus kepada orang tua (jika masih hidup), mintalah secara rutin untuk didoakan. Ingatlah sabda Nabi Saw., bahwa doa orang tua itu seperti doa Nabi kepada umatnya. Ada tiga jenis doa yang tidak akan ditolak (oleh Allah), yaitu: doa orang yang dizhalimi, doa orang tua kepada anaknya, dan doa orang berpuasa.
  15. Evaluasi terus-menerus perjalanan atau perkembangan studi Anda, sehingga Anda bisa melakukan perbaikan atau peningkatan berkelanjutan (continous improvement). Muhasabah ini menjadi sangat penting karena Anda senantiasa dapat belajar dari pengalaman, belajar dari kenyataan, belajar dari orang lain, dan belajar dari diri sendiri.
  16. Kata kunci dari semua itu adalah bahwa Anda perlu memiliki 7 pikiran sukses (seven success minds): (1) Disiplin (waktu, ibadah, kuliah, baca, ilmu, dst), (2) Usaha (kerja keras, cerdas, tuntas, dan berkualitas), 3) iman (komitmen dan tekad kuat sukses dan berprestasi, menghargai waktu, menghargai pendapat, dst.), 4) Taqwa (integritas moral, kesalehan, ketekunan, kesabaran, kejujuran, dst.), 5) Amal (aktivitas positif, investasi ilmu dan karya), 6) Kreativitas (ide-ide kreatif, produk keilmuan, karya nyata, temuan-temuan jenius, dan 7) Urgensi (berpikir dan bertindak atas dasar nilai kemanfaatan dan kemaslahatan).
Mudah-mudahan tips tersebut bisa dicoba dan diaktualisasikan. Kami tentu turut berbahagia jika Anda sukses dan berprestasi dalam studi di kampus pembaharuan ini. Selamat studi, semoga sukses dan berkah selalu!

Salam sukses penuh prestasi dari Pudek Kemahasiswaan FITK UIN Jakarta

Jakarta, 21 September 2010

Muhbib Abdul Wahab

Selengkapnya...

4 Apr 2010

Mengapa Terkadang Mahasiswa Gagal Menyelesaikan Studi?

Para mahasiswa yang saya apresiasi, Anda perlu mengetahui mengapa terkadang –bahkan tidak sedikit— mahasiswa gagal total (gatot) dalam penyelesaian studi. Survey membuktikan bahwa ada beberapa penyebabnya. Jika Anda ingin sukses dan husnul khatimah dalam studi di FITK UIN Jakarta, maka hindari atau jauhi penyebab kegagalan studi sebagai berikut:

1. Ketidakmampuan mahasiswa dalam menentukan tujuan yang hendak dicapai. Hal ini, antara lain, disebabkan oleh kurangnya niat/i’tikad, lemahnya komitmen studi, dan minimnya informasi tentang orientai studi di kampus. Orientasi dan target akhir studi kemudian menjadi tidak jelas. Kuliah malas; di dalam kelas terlihat lemas, diskusi belum selesai sudah berkemas-kemas, dan mandinya sering kramas... ! he he he

2. Akibatnya, yang bersangkutan tidak fokus dalam kuliah dan tidak mampu menentukan skala prioritas. Misalnya, mana yang harus diutamakan antara aktif kuliah, aktif di organisasi intra maupun ekstra, atau aktif berkarir. Tidak jarang, gara-gara sibuk berorganisasi (bahkan menjadi aktivis demonstrasi) kuliahnya menjadi terbengkalai. Ketidakfokusan sering juga terjadi menjelang akhir studi. Kuliah, PPKT, dan Ujian Komprehensif sudah lulus, tetapi skripsi tidak digarap dengan fokus dan intens... sehingga terkadang terlena, lebih-lebih jika yang bersangkutan sudah mulai dapat pekerjaan dan merasakan ”gurihnya” honorarium dari jerih payahnya bekerja!

3. Ketidakefektifan dalam menggunakan pola atau gaya belajar yang mengantarkan kepada tujuan. Pilihlah pola dan disiplin belajar sesuai dengan kegemaran/ kenyamanan Anda. Boleh membaca sambil mendengarkan musik, belajar sambil ”ngemil”, dsb. asalkan menurut Anda itu efektif.

4. Ketidakmampuan mahasiswa dalam beradaptasi dengan tuntutan perubahan yang sangat cepat dan pesat. Perubahan paradigma belajar di perguruan tinggi yang tidak sama seperti di sekolah menengah atas (MA, SMU, dan yang sederajat) terkadang menjadi kendala utama dalam penyesuaian diri. Karena itu, pelajari dan konsultasikan (kepada dosen penasehat akademik Anda) teknik membaca cepat dan efektif, teknik menulis makalah, teknik efektif mengikuti perkuliahan, teknik mempresentasikan makalah, dan sebagainya.

5. Ketidakmampuan memenej waktu, dana, tenaga, dan penentuan prioritas kegiatan. Karena itu, Anda harus tahu mana yang KEGIATAN TERPENTING (Ahamm nasyath), yang Penting (muhimm), kurang penting (qalil al-ahammiyah), dan tidak penting (ghair muhimm). Demikian pula, Anda harus cepat mengambil keputusan: mana pekerjaan yang harus diselesaikan saat/hari ini, nanti malam, dan yang harus tuntas besok pagi, lusa, atau minggu depan...! La tu’akhkhir ’amalaka al-yaum ila al-ghadi!

6. Rendahnya motivasi, semangat, dan gairah studi. Meski hal ini cukup komplek, tetapi Anda harus bisa meyakinkan diri Anda (bisa melalui diskusi, konsultasi, baca buku, mengikuti acara/training motivasi, dsb.) bahwa Man jadda wajada (siapa yang sungguh-sungguh, belajar dengan tekun dan serius, pasti berhasil)!

7. Kurangnya ketahanan dan kekuatan spiritual dari dalam diri sendiri dan orang lain, terutama orang tua dan guru/dosen. Membiasakan shalat malam (tahajjud), shalat dhuha dan berdo’a serta minta didoakan orang tua dan guru/dosen agar mendapat kemudahan, kelancaran, keberkahan, dan kesuksesan dalam studi merupakan upaya mulia untuk tidak gagal dalam studi.

Ingat, studi Anda perlu dijalani dengan 5 kesalehan: (1) shalih al-niyyah (kesalehan niat atau niatnya benar), (2) shalih al-’ibadah (kesalehan ibadah atau ibadahnya baik dan khusyu’), (3) shalih al-kaifiyyah (kesalehan metode atau cara studinya benar), (4) shalih al-ghayah (kesalehan tujuan atau tujuannya benar/mulia), dan (5) shalih al-wasilah (kesalehan media atau medianya baik dan efektif). Selamat menghindari penyebab ”GATOT” dalam studi menuju kesuksesan sejati... Kesuksesan Anda adalah kesuksesan kami dan kita semua!!!

Salam sukses dari Pudek Bidang Kemahasiswaan FITK,

Muhbib Abdul Wahab

Selengkapnya...